Tips Merawat Kasur Busa Agar Tetap Awet, Bersih, dan Nyaman Digunakan Bertahun-Tahun

30 August 2026, 11:32 WIB 6 menit baca
Tips Merawat Kasur Busa Agar Tetap Awet, Bersih, dan Nyaman Digunakan Bertahun-Tahun

Perawatan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya membuat kasur lebih tahan lama, tetapi juga menjaga kualitas tidur, kebersihan kamar, serta kesehatan seluruh anggota keluarga. Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengapa Kasur Busa Perlu Dirawat?

Kasur busa merupakan salah satu jenis kasur yang paling banyak digunakan karena memiliki harga yang relatif terjangkau, bobot ringan, nyaman dipakai, serta mudah dipindahkan. Namun berbeda dengan kasur pegas (spring bed), material busa memiliki struktur pori-pori yang mampu menyerap debu, kelembapan, keringat, dan bau.

Jika tidak dirawat dengan benar, kasur busa dapat mengalami berbagai masalah seperti:

  • Cepat kempis
  • Bentuk berubah permanen
  • Muncul bau tidak sedap
  • Berjamur
  • Menjadi sarang tungau dan bakteri
  • Menimbulkan alergi
  • Permukaan bergelombang
  • Tidak nyaman digunakan

Karena digunakan sekitar 6–8 jam setiap hari, kasur termasuk salah satu furnitur rumah yang paling sering menerima beban. Oleh sebab itu, perawatannya harus dilakukan secara rutin.

Penyebab Kasur Busa Cepat Rusak

Sebelum mengetahui cara merawatnya, penting memahami beberapa penyebab utama kerusakan kasur busa.

1. Beban Berlebih

Kasur busa memiliki batas kemampuan menopang berat badan. Jika sering digunakan untuk melompat, menaruh barang berat, atau digunakan melebihi kapasitas, struktur busa akan lebih cepat rusak.


2. Kelembapan Tinggi

Udara lembap menyebabkan busa menyerap air dari lingkungan sekitar sehingga memicu:

  • Jamur
  • Bau apek
  • Pertumbuhan bakteri
  • Tungau

3. Paparan Matahari Berlebihan

Sinar UV yang terlalu lama mengenai busa dapat menyebabkan:

  • Permukaan mengeras
  • Elastisitas berkurang
  • Warna menguning
  • Mudah rapuh

4. Jarang Dibersihkan

Debu yang menumpuk akan bercampur dengan:

  • Sel kulit mati
  • Rambut
  • Keringat
  • Kotoran

Kondisi tersebut menjadi makanan utama tungau debu.


5. Posisi Kasur Tidak Rata

Kasur yang diletakkan pada dipan yang tidak rata akan mengalami tekanan tidak seimbang sehingga lebih cepat berubah bentuk.

Gunakan Mattress Protector Berkualitas

Mattress protector merupakan investasi kecil yang memberikan perlindungan besar.

Fungsinya antara lain:

  • Menahan tumpahan air
  • Mengurangi noda
  • Menahan debu
  • Mengurangi tungau
  • Menjaga permukaan kasur tetap bersih
  • Mempermudah proses mencuci dibanding harus membersihkan kasur

Pilih mattress protector yang memiliki sifat:

  • Waterproof
  • Breathable
  • Anti bakteri
  • Anti tungau
  • Mudah dicuci

Jangan Duduk Terlalu Lama di Pinggir Kasur

Kebiasaan duduk di sudut atau tepi kasur setiap hari dapat menyebabkan bagian tersebut lebih cepat kempis.

Lama-kelamaan akan muncul:

  • Pinggiran turun
  • Bentuk tidak simetris
  • Sulit kembali seperti semula

Jika sering bekerja menggunakan laptop di atas kasur, usahakan posisi duduk berpindah-pindah.

Hindari Melompat di Atas Kasur

Anak-anak sering menjadikan kasur sebagai tempat bermain.

Padahal tekanan akibat lompatan jauh lebih besar dibanding berat badan biasa.

Akibatnya:

  • Struktur busa rusak
  • Lapisan perekat terlepas
  • Kasur cepat kempis

Bersihkan Noda Secepat Mungkin

Jika kasur terkena:

  • Kopi
  • Teh
  • Susu
  • Minuman
  • Urine anak
  • Makanan

Segera bersihkan sebelum meresap.

Langkah membersihkannya:

  1. Serap cairan menggunakan kain kering.
  2. Jangan digosok terlalu keras.
  3. Gunakan kain lembap dengan sedikit sabun lembut.
  4. Lap kembali menggunakan kain bersih.
  5. Keringkan menggunakan kipas angin.

Jangan menuangkan air secara langsung ke atas kasur.

Cara Menghilangkan Bau pada Kasur Busa

Jika kasur mulai berbau, gunakan baking soda.

Caranya:

  • Taburkan baking soda secara merata.
  • Diamkan 4–8 jam.
  • Sedot menggunakan vacuum cleaner.

Baking soda membantu:

  • Menyerap bau
  • Menyerap kelembapan
  • Mengurangi bakteri penyebab bau

Gunakan Vacuum dengan Attachment Khusus

Vacuum cleaner biasa memang dapat mengangkat debu, namun attachment khusus upholstery akan membersihkan lebih maksimal.

Area yang perlu diperhatikan:

  • Sudut kasur
  • Jahitan
  • Pinggiran
  • Lipatan

Lakukan minimal satu hingga dua kali setiap bulan.

Pastikan Sirkulasi Udara Kamar Baik

Kasur akan lebih awet apabila ruangan memiliki ventilasi yang baik.

Udara yang mengalir mampu mengurangi:

  • Kelembapan
  • Bau
  • Jamur
  • Tungau

Buka jendela setiap pagi selama 30–60 menit agar udara segar masuk.

Gunakan Sprei yang Menyerap Keringat

Sprei juga berpengaruh terhadap kondisi kasur.

Bahan yang direkomendasikan:

  • Katun
  • Katun Jepang
  • Katun organik
  • Bamboo fiber
  • Tencel

Hindari bahan yang terlalu panas karena membuat kasur lebih lembap akibat keringat.

Jangan Langsung Menutup Kasur Setelah Bangun Tidur

Saat tidur, tubuh mengeluarkan keringat sepanjang malam.

Jika kasur langsung dirapikan dan ditutup bed cover tebal, kelembapan akan terperangkap.

Biarkan kasur terkena udara sekitar 20–30 menit sebelum dirapikan.

Bersihkan Bagian Bawah Kasur

Sering kali perhatian hanya tertuju pada bagian atas kasur, padahal bagian bawah juga dapat menjadi tempat berkumpulnya:

  • Debu
  • Jamur
  • Serangga kecil

Saat melakukan rotasi kasur, bersihkan pula bagian bawah menggunakan vacuum atau lap kering.

Hindari Menyimpan Barang di Bawah Kasur

Jika menggunakan dipan dengan ruang kosong di bawahnya, jangan memenuhi area tersebut dengan barang terlalu banyak.

Penumpukan barang dapat:

  • Menghambat sirkulasi udara
  • Menyebabkan kelembapan
  • Memicu jamur

Sisakan ruang agar udara tetap mengalir.

Jangan Menggunakan Cairan Pembersih Sembarangan

Beberapa cairan pembersih mengandung bahan kimia yang dapat merusak struktur busa.

Gunakan hanya:

  • Sabun lembut
  • Cairan khusus upholstery
  • Pembersih kain

Hindari:

  • Pemutih
  • Alkohol berkadar tinggi
  • Aseton
  • Cairan berbasis minyak

Kapan Kasur Busa Harus Diganti?

Walaupun dirawat dengan baik, kasur busa memiliki umur pakai.

Umumnya sekitar:

  • 5–8 tahun untuk busa standar
  • 8–12 tahun untuk busa berkualitas tinggi atau memory foam

Segera pertimbangkan mengganti kasur jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Permukaan cekung permanen
  • Busa kehilangan elastisitas
  • Nyeri punggung saat bangun tidur
  • Bau tidak hilang meski dibersihkan
  • Muncul jamur
  • Banyak sobekan
  • Kasur berbunyi saat dipindahkan
  • Alergi semakin sering muncul

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merawat Kasur Busa

Beberapa kebiasaan berikut justru dapat mempercepat kerusakan kasur:

  • Menjemur langsung di bawah terik matahari selama berjam-jam.
  • Membersihkan kasur dengan air terlalu banyak.
  • Menggunakan sikat kasar hingga merusak permukaan busa.
  • Tidak pernah memutar posisi kasur.
  • Membiarkan noda mengering terlalu lama.
  • Jarang mencuci sprei dan pelindung kasur.
  • Menggunakan kasur tanpa dipan sehingga mudah lembap.
  • Meletakkan benda berat di satu titik dalam waktu lama.
  • Membiarkan hewan peliharaan sering naik ke kasur tanpa alas.

Jadwal Perawatan Kasur Busa yang Disarankan

Agar lebih mudah dilakukan secara rutin, berikut panduan jadwal perawatan:

FrekuensiPerawatan
Setiap hariRapikan kasur dan biarkan terkena udara selama 20–30 menit setelah bangun tidur.
1 minggu sekaliGanti dan cuci sprei, sarung bantal, serta selimut.
2 minggu sekaliVacuum permukaan kasur dan bagian bawah dipan.
1 bulan sekaliBersihkan noda, cek kondisi kasur, dan taburkan baking soda bila diperlukan.
3–6 bulan sekaliRotasi kasur 180° sesuai petunjuk produsen.
6–12 bulan sekaliAngin-anginkan kasur di tempat teduh dan periksa kondisi rangka atau dipan.

Tips Memilih Kasur Busa Berkualitas

Perawatan yang baik akan lebih optimal jika diawali dengan memilih kasur berkualitas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pilih busa dengan kepadatan (density) yang sesuai kebutuhan agar tidak mudah kempis.
  • Pastikan kasur memiliki garansi resmi dari produsen.
  • Periksa kualitas jahitan dan penutup kasur yang rapi serta kuat.
  • Pilih bahan cover yang dapat dilepas (removable) sehingga mudah dicuci.
  • Jika memiliki alergi, pilih kasur dengan teknologi anti tungau dan antibakteri.
  • Sesuaikan tingkat kekerasan (firmness) dengan berat badan dan posisi tidur.
  • Pilih ukuran kasur yang sesuai dengan ukuran dipan agar tidak mudah berubah bentuk.
  • Pastikan produk memiliki sertifikasi keamanan bahan dan bebas dari zat berbahaya.

Kasur busa yang dirawat dengan benar dapat tetap nyaman digunakan selama bertahun-tahun tanpa cepat kempis atau rusak. Perawatan sederhana seperti menggunakan dipan yang kokoh, mencuci sprei secara rutin, melakukan rotasi kasur, menjaga sirkulasi udara kamar, membersihkan debu dengan vacuum cleaner, serta segera mengatasi noda dan kelembapan akan membantu mempertahankan bentuk, elastisitas, dan kebersihan kasur. Dengan perawatan yang konsisten, kualitas tidur pun menjadi lebih baik, risiko alergi dapat berkurang, dan investasi pada kasur menjadi lebih tahan lama.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.