Cara Mudah Melakukan Take Over KPR dan Rincian Biayanya di Indonesia

10 September 2024, 17:05 WIB 3 menit baca
Cara Mudah Melakukan Take Over KPR dan Rincian Biayanya di Indonesia
Finance, accounting and fintech, a man on a computer and calculator working out his business budget strategy. Businessman at his office desk, laptop, money management and financial investment online.

Take over KPR, atau pemindahan kredit rumah, adalah langkah yang bisa diambil debitur untuk mengalihkan pinjaman dari satu bank ke bank lainnya atau bahkan dari satu debitur ke debitur lain. Tujuannya? Mengurangi beban cicilan yang kian berat, terutama ketika suku bunga KPR sudah beralih ke skema floating rate. Banyak orang memilih melakukan take over ketika cicilan yang mereka bayar mulai terasa mengganggu keuangan bulanan mereka.

Namun, sebelum Anda terjun ke proses ini, ada beberapa biaya yang perlu dipahami. Besaran biaya take over KPR bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank, jadi mari kita ulas lebih dalam mengenai rincian biaya yang perlu disiapkan.

Rincian Biaya Take Over KPR dari Berbagai Bank di Indonesia

1. Biaya Take Over KPR BTN
Bank BTN

BTN menawarkan program KPR BTN Platinum yang memungkinkan Anda untuk melakukan take over dari bank lain. Suku bunga yang ditawarkan adalah 5,46% dengan periode fixed selama tiga tahun. Namun, saat melakukan take over, Anda harus membayar penalti kepada bank sebelumnya untuk percepatan pelunasan, yang biasanya berkisar antara 1–7% dari sisa pinjaman plus bunga yang berjalan. Berikut biaya-biaya yang perlu dipersiapkan:

  • Biaya Administrasi: Sekitar Rp500.000
  • Biaya Proses: Tergantung kebijakan bank
  • Biaya Provisi: 1% dari nilai plafon kredit
  • Biaya Asuransi: Sesuai dengan kebijakan perusahaan asuransi
  • Biaya Notaris: Sesuai kebijakan notaris yang ditunjuk.
2. Biaya Take Over KPR BNI
Bank BNI

Melalui program BNI Griya, BNI menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif, yakni 3,75% fixed selama tiga tahun, dan tenor hingga 30 tahun. Namun, Anda tetap perlu menyiapkan beberapa biaya berikut:

  • Provisi: 1% dari plafon kredit
  • Administrasi: Antara Rp750.000 hingga Rp2.500.000
  • Appraisal: Mulai dari Rp300.000 atau sesuai dengan tagihan dari KJPP
  • Pengikatan Agunan: Sesuai tagihan dari notaris
  • Asuransi Jiwa: Sesuai kebijakan tarif perusahaan asuransi
  • Asuransi Kerugian: Juga mengikuti kebijakan tarif asuransi.
3. Biaya Take Over KPR Mandiri
Bank Mandiri

Dengan Mandiri KPR Take Over, Anda bisa memindahkan pinjaman rumah dengan limit baru. Jika harga properti Anda lebih tinggi daripada sisa pinjaman, Anda bisa mendapatkan kelebihan limit. Suku bunga yang ditawarkan adalah 3,95% fixed selama tiga tahun dengan tenor 30 tahun. Biaya yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Biaya Provisi: 1% dari total plafon
  • Biaya Administrasi: Rp500.000
  • Premi Asuransi (Jiwa dan Kerugian): Sesuai ketentuan
  • Biaya Pengikatan Agunan: Tergantung tagihan notaris
  • Biaya Jasa Notaris: Sesuai kebijakan notaris.
4. Biaya Take Over KPR BCA
Bank BCA

BCA juga menyediakan layanan take over KPR dengan suku bunga 2,45% fixed selama satu tahun dan tenor hingga 25 tahun. Beberapa biaya yang dikenakan adalah:

  • Biaya Provisi: 1% dari plafon kredit
  • Biaya Administrasi: Rp500.000–1.000.000
  • Biaya Appraisal: Rp1.100.000–1.500.000
  • Biaya Pengikatan Agunan: Sesuai tagihan notaris
  • Biaya Asuransi Jiwa dan Kerugian: Tergantung perusahaan asuransi
  • Denda Keterlambatan: 0,2% per hari dari angsuran yang belum dibayar
  • Biaya Admin Roya (HT-el): Rp500.000 (khusus Jabodetabek).

Simulasi Take Over KPR

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, mari kita lihat contoh kasus. Misalkan Andi memiliki KPR di Bank X dengan plafon Rp500.000.000, tenor 30 tahun, dan bunga 5,46% fixed selama tiga tahun. Setelah masa fixed berakhir, cicilan Andi mencapai Rp4.938.166 per bulan, dengan sisa pinjaman Rp478.483.988. Karena cicilannya terus naik, Andi memutuskan untuk pindah ke KPR BTN yang menawarkan bunga yang sama, 5,46% fixed selama tiga tahun. Setelah take over, cicilan bulanan Andi berkurang menjadi Rp2.704.783. Ini berarti, Andi menghemat sekitar Rp80.401.776 dalam tiga tahun!

Melalui penjelasan di atas, Anda sekarang lebih paham tentang cara melakukan take over KPR dengan mudah dan rincian biaya yang mungkin timbul. Jika Anda mempertimbangkan opsi ini, penting untuk memeriksa semua ketentuan dan biaya agar keputusan yang diambil benar-benar menguntungkan.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.