Memahami Floating Rate KPR dan Bedanya dengan Fixed Rate

12 June 2024, 16:15 WIB 2 menit baca
Floating Rate KPR
Floating Rate KPR

Membeli rumah merupakan salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan adalah jenis suku bunga KPR yang akan dipilih.

Dua pilihan umum yang tersedia adalah floating rate dan fixed rate. Dalam artikel ini, kita akan fokus pada floating rate KPR, mengupas pengertian, kelebihan, kekurangan, dan perbedaannya dengan fixed rate.

Apa itu Floating Rate KPR?

Floating rate KPR, atau suku bunga berjalan KPR, adalah metode perhitungan bunga di mana nilai cicilan dapat berubah-ubah setiap bulannya. Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga acuan, seperti BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR), dan kebijakan bank itu sendiri.

Bagaimana Cara Kerja Floating Rate KPR?

Bayangkan Anda mengajukan KPR dengan suku bunga awal 5% untuk tenor 5 tahun. Pada awal cicilan, Anda membayar Rp1 juta per bulan.

Namun, di bulan berikutnya, BI7DRR naik, sehingga bank menyesuaikan suku bunga KPR Anda menjadi 6%.

Konsekuensinya, cicilan bulanan Anda pun ikut naik menjadi Rp1,2 juta. Hal ini bisa berulang selama masa tenor KPR, tergantung pada pergerakan suku bunga acuan.

Kelebihan Floating Rate KPR

  • Potensi Cicilan Lebih Rendah: Jika suku bunga acuan turun, cicilan KPR Anda juga akan ikut turun.
  • Lebih Fleksibel: Anda dapat melakukan refinancing, yaitu mengganti KPR dengan suku bunga yang lebih rendah di tengah masa tenor.

Kekurangan Floating Rate KPR

  • Ketidakpastian Cicilan: Cicilan KPR dapat naik secara signifikan jika suku bunga acuan meningkat.
  • Membutuhkan Dana Cadangan: Anda perlu memiliki dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan cicilan yang drastis.
  • Mungkin Sulit Dianggarkan: Bagi individu dengan penghasilan tidak tetap, fluktuasi cicilan KPR dapat menyulitkan pengaturan keuangan.

Perbedaan Floating Rate KPR dengan Fixed Rate KPR

FiturFloating Rate KPRFixed Rate KPR
Nilai CicilanBerubah-ubah mengikuti suku bunga acuanTetap selama masa tenor
RisikoTinggiRendah
KecocokanPeminjam dengan penghasilan fleksibel, berani mengambil risikoPeminjam dengan penghasilan tetap, ingin kepastian cicilan

Kesimpulan

Floating rate KPR menawarkan potensi cicilan yang lebih rendah, namun dengan risiko cicilan yang dapat naik secara signifikan.

Pilihan ini cocok bagi peminjam yang berani mengambil risiko dan memiliki penghasilan fleksibel.

Sebaliknya, fixed rate KPR memberikan kepastian cicilan yang stabil, namun dengan nilai angsuran yang umumnya lebih besar.

Pilihan ini ideal bagi peminjam yang menginginkan stabilitas keuangan dan tidak ingin terbebani dengan fluktuasi cicilan.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.