Semarang Rawan Banjir, Kawasan Ini Justru Bebas Ancaman Banjir
Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia kerap kali dilanda bencana alam yang terus datang dengan bergantian. Gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan lainnya yang terjadi tanpa bisa terelakkan. Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis yang ada di Indonesia.
Secara geografis, Indonesia berada di wilayah lingkaran api pasifik atau cincin api pasifik. Indonesia menjadi tempat bertemunya tiga lempeng tektonik dunia seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Oleh sebab itu, Indonesia menjadi negara yang cukup rawan dengan bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi.
Bencana Banjir
Di antara sekian bencana alam, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Saat musim penghujan tiba, umumnya wilayah-wilayah yang sudah pernah disambangi banjir memiliki akan berpotensi untuk kembali mengalami banjir. Kota besar menjadi wilayah yang cukup sering terjadi banjir. Setidaknya ada 4 faktor yang menjadi alasan mengapa kota besar menjadi daerah rawan banjir, yaitu:
-
Berdekatan dengan sungai
Bermukim di daerah aliran sungai memiliki resiko tinggi terkena banjir. Ketika hujan deras, sungai akan meluap dan menggenangi rumah- rumah yang ada disepanjang bantaran sungai.
-
Tidak adanya Daerah Resapan Air (DAS)
Pesatnya laju urbanisasi, membuat semua orang berbondong- bondong hijrah ke kota besar dan melanjutkan hidup disana. Hal ini membuat lahan yang seharusnya dimanfaatkan sebagai daerah resapan air hilang karena tergantikan dengan deretan bangunan seperti rumah atau perkantoran.
Padahal lahan resapan air tidak hanya berfungsi mencegah luapan air di musim penghujan, tapi juga sebagai cadangan air saat musim kemarau datang.
-
Penggunaan air tanah (sumur) yang tinggi
Umumnya, kualitas air di kota besar tidak sebaik air yang ada di pedesaan. Banyak air sungai kotor dan tercemar akibat limbah atau sampah yang dibuang sembarangan. Akibatnya air sungai tak dapat dimanfaatkan dengan sebagaimana mestinya.
Sumur, kemudian menjadi alternatif warga yang ada di kota besar untuk memperoleh asupan air bersih. Penggalian sumur yang dilakukan secara masif inilah yang pada akhirnya membuat permukaan tanah turun karena jumlah air tanah yang terus berkurang. Permukaan tanah yang turun akan semakin memperbesar potensi terjadinya banjir.
-
Membuang sampah sembarangan
Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ini semakin memperparah keadaan. Masih banyak dari masyarakat kita yang belum menyadari betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Tidak jarang tumpukan sampah yang menghambat aliran air menjadi penyebab banjir di kota besar.
Kota Semarang yang Rawan Banjir
Semarang sebagai Ibu kota Provinsi Jawa Tengah, menjadi satu dari sekian kota besar di Indonesia yang beresiko banjir. Sebagian wilayah Semarang yang dekat dengan laut menjadikan Kota Semarang cukup rawan terjadi banjir rob.
Masih teringat jelas, bagaimana bencana banjir yang menerjang sebagian wilayah Semarang pada awal Februari 2021 kemarin. Banjir kala itu bisa dikatakan cukup parah. Setidaknya 10 kecamatan terendam setelah diguyur hujan selama dua hari berturut-turut.
Semarang utara menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Bukan hanya karena banjir rob, adanya banjir kiriman turut memperparah tingkat ketinggian air.
Ungaran, Kabupaten Semarang yang Bebas Ancaman Banjir
Ungaran adalah Ibukota Kabupaten Semarang, tepatnya berada di bagian selatan Kota Semarang. Kurang lebih 1 jam jaraknya dari pusat Kota Semarang menuju Ungaran. Secara geografis, Kabupaten Ungaran ini berada pada ketinggian kurang lebih 290 meter di atas permukaan laut. Ini menjadikan Kabupaten Ungaran termasuk dalam sedikit wilayah di Semarang yang aman dari banjir.
Berada di lereng Gunung Ungaran, tidak hanya menjadikan Ungaran bebas dari ancaman banjir, suhu udara yang berkisar antara 21 – 35 derajat celsius ini membuat udara di Ungaran terasa sangat sejuk. Dengan segala kelebihnnya, Ungaran bisa Anda jadikan pilihan yang tepat bila ingin memiliki hunian di Sekitar Kota Semarang, namun tak ingin ambil resiko terkena banjir di kemudian hari.
Hunian di Ungaran? The Daarra Exclusive Residence jawabannya. Selain bebas dari ancaman banjir, The Daarra Exclusive Residence merupakan perumahan eksklusif yang strategis. Ini karena The Daarra Exclusive Residence berada di pusat Kota Ungaran dan berada 700 meter dari Exit Tol sehingga memudahkan mobilisasi Anda ke Kota Semarang dan tempat lainnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.